Hanya dengan Membacanya, Insya Allah Naik Haji Gratis, Mau ....????


Bismillahirrahmanirrahiim,

Sahabat Al Falah,


Ini merupakan sebuah cerita yang terjadi di daerah Tuban. Alkisah, ada seorang laki laki yang benci setengah mati pada budaya Talqin. Saking bencinya, hingga orang orang sekitarnya sampai hafal bagaimana kebiasaan dia menyumpah, "Orang sudah jadi mayat kok pake di ajari. Di pikirnya, bangkai mati bisa mendengar, apa?" Nah, suatu ketika, orang ini tiba tiba meninggal.

Keluarganya yang di Jakarta meminta supaya dia di Talqin. Terang saja, tak ada seorangpun kiai yang mau.
"Orang dia itu musuh, je... Dia benci sama talqin, kok tiba tiba kepingin di talqin. Logika macam apa itu?"

Susah. Famili, kerabat, saudara dekatnya di jakarta jadi gelisah. Bagaimana tidak? Seluruh garis keturunan, dari atas sampai bawah, jika meninggal mesti harus di talqin. "Lha, beliaunya lalu bagaimana? Ini kan perkara akhirat? Gak bisa main main. Bagaimana kalau sampai tidak bisa menjawab pertanyaan malaikat? Kasihan. Pokoknya, beliau harus di talqin. Tidak bisa tidak...."

Pusing. Padahal jenazah sudah tiba di kuburan, dan jelas harus segera masuk. Tidak bisa terus menunggu sesuatu yang tak jelas.
"Lha, terus bagaimana ini?"
"Bagaimana apanya, sih pak?" tiba tiba, juru kunci makam ikut nimbrung. "Dari tadi saya lihat kok malah geger gegeran terus. Kapan jenazah ini akan di kubur?"
"Weh lha, Sampeyan ini. Belum tau juga toh. Jenazah bapak kami ini belum di talqin! Jelas, kami sekeluarga sangat tidak rela...."
"Begini saja, bagaimana kalau saya yang nalqin?"
"Weh, Sampeyan apa bisa, heh?"
"Insya'alloh, bisa, Saya sudah biasa mendengar orang di talqin di kuburan. Saya hafal kalau hanya nalqin. Mudah kok."

Rembug punya rembug, akhirnya semua keluarga setuju. Nah, rampung talqin, salah seorang famili dari jenazah- yang pada saat itu, masih menjabat sebagai menteri_mendekat:
"Sampeyan sudah berjasa kepada kami sekeluarga. Kami betul betul berhutang budi pada Sampeyan. Sekarang tolong, Sampeyan mau minta apa.... Sekiranya saya dan keluarga mampu, pasti kami penuhi."

Mendapat tawaran seperti itu, tentu saja Sang juru kunci ini garuk garuk kepala. Bingung,. Tapi, justru di sinilah letak keistimewaannya. Ada peran tangan tangan Alloh yang diam diam hadir. Sebentuk hidayah. Bagaimana tidak? Secara mendadak sang juru kunci bisa menemukan jawaban, yang sama sekali ia sendiri tak pernah menduga sebelumnya.

"Saya kepingin naik haji! Kalau bisa, sekalian dengan istri saya."
"Gampang. Itu permintaan yang mudah. Kalau demikian, Sampeyan segera siap siap. Tahun ini Sampeyan berangkat haji, sekalian bersama istri Sampeyan."

Tiba jadwal haji, Sang juru kunci pun berangkat. Lengkap dengan segala fasilitas istimewa yang tidak biasa. Maklum, yang menghajikan adalah pejabat tinggi yang tidak bisa begitu saja di anggap enteng. Nah, mendengar hal ini, ada di antara kiai yang dulu menolak permintaan jenazah diam diam menggerutu: "Waaah, kalau saja tahu...."

Itulah, kalau nalqin bukan atas dasar lillah, ya pasti kecewa. Ndak dapat rizqi, naik haji gratis

sumber : facebook

Demikian, semoga membawa manfaat bagi kita semua ....


Share this

Related Posts

Previous
Next Post »