Tampilkan postingan dengan label Serbaneka. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Serbaneka. Tampilkan semua postingan

Usulan Tambahan Anggaran Kemenag Untuk Pembayaran Kekurangan TPG PNS dan Non PNS Disetujui Komisi VIII DPR RI

sumber gambar : kemenag.go.id


Pada postingan sebelumnya, kami telah menginformasikan tentang Kemenag dan Kemenkeu Harmonisasikan Data untuk Penyelesaian TPG Terhutang. Terkait dengan hal tersebut, Rapat Koordinasi antara Kemenag dan Kemenkeu ditindaklanjuti pula dengan Rapat Kerja (Raker) antara Menteri Agama dengan Komisi VIII DPR RI di Gedung Parlemen Senayan Jakarta yang berlangsung pada hari Kamis kemarin (13/07) yang membahas tentang RKA-KL Tahun 2017 Kementerian Agama dalam RUU APBN Perubahan Tahun Anggaran 2017. Dalam rapat tersebut, Menteri Agama yang saat itu didampingi oleh Sekjen Kemenag Nur Syam, Dirjen Pendidikan Islam Kamaruddin Amin, Kabalitbangdiklat Abdurrahman Masud, Dirjen Bimas Hindu I Ketut Widnya, dan sejumlah pejabat eselon II lainnya, menyampaikan bahwa surat usulan tambahan anggaran Kemenag bagi pembayaran kekurangan TPG PNS dan Non PNS ini telah disampaikan kepada Menteri Keuangan.

“Direktorat Jenderal Anggaran (DJA) Kementerian Keuangan menunjukan komitmen untuk usulan tambahan anggaran pembayaran TPG PNS dan Non PNS ini,” ujar Menag.

Rapat Kerja yang dipimpin oleh Ketua Komisi VIII DPR RI Ali Taher tersebut menghasilkan berapa keputusan yang menggembirakan; diantaranya adalah Komisi VIII DPR RI mendukung dan menyetujui usulan tambahan anggaran Kementerin Agama untuk pembayaran kekurangan Tunjangan Profesi Guru (TPG) PNS dan Non PNS. 

Selain usulan tambahan anggaran untuk pembayaran kekurangan TPG Guru PNS dan Non PNS, Komisi VIII DPR RI juga mendukung usulan honorarium petugas haji karena kembalinya kuota haji tahun 2017 ke kuota normal yaitu 211.000 dan tambahan 10.000 jemaah haji.

Terkait dengan efisiensi anggaran Kemenag dalam APBN Perubahan Tahun Anggaran 2017, Komisi VIII DPR RI dalam pandangannya mendorong Kemenag agar; pertama, efisiensi anggaran sebagai dampak kebijakan Inpres Nomor 4/2017 harus tidak berdampak pada peningkatan pengelolaan pendidikan keagamaan. Kedua, memprioritaskan pemenuhan anggaran pembayaran Tunjangan Profesi Guru (TPG) PNS dan Non PNS yang terhutang dan kekurangan honorarium tambahan petugas haji. Ketiga, memprioritaskan pemenuhan anggaran sarana dan prasarana Kantor Kementerian Agama di tingkat Kabupaten/Kota dan Kantor Urusan Agama (KUA) untuk mengoptimalkan pelayanan publik di bidang agama. Keempat, pembangunan lanjutan asrama haji di Kabupaten Padang Pariaman, Provinsi Sumatera Barat , dan Keempat, melanjutkan revitalisasi asrama haji di Kota Palembang, Sumatera Selatan.

Selain itu, Komisi VIII DPR RI juga mendorong Kemenag untuk melakukan koordinasi dalam rangka verifikasi dan validasi sejumlah tanah wakaf dan tempat ibadah yang terkena pembangunan jalan tol.

Dengan berdasarkan pada hasil keputusan dari Rapat Kerja (Raker) antara Menteri Agama dengan Komisi VIII DPR RI, maka besar harapan kami bahwa permasalahan terkait dengan TPG Guru Madrasah yang terhutang selama ini dapat segera terealisasikan serta bisa terselesaikan dengan secepatnya.

Demikian informasi yang bisa kami bagikan tentang Titik Terang Terkait permasalahan TPG Guru Madrasah yang terhutang. 

Semoga bermanfaat dan semoga segera terealisasi.....




Inilah Sumber Berita Sebenarnya tentang Resonansi Finansial





Sahabat Al Falah,


Dua hari semenjak reshufle kabinet, tiba-tiba beredar di jagad maya tentang (seolah-olah ada) program yang akan digulirkan oleh mendikbud yang baru; yakni Bapak Muhajir Effendy, yaitu program yang disebut "Resonansi Financialsebagai pengganti program Sertifikasi dan Tunjangan Profesi Guru

Perlu diketahui bahwa "berita aneh" itu awalnya muncul di sebuah grup WA operator kabupaten/kota. Dan berita tersebut dituliskan sebagai bentuk guyonan antar operator sebagaimana kami kutipkan di bawah ini :

Anies Baswedan kini digantikan oleh Muhadjir Effendy. Pria kelahiran 29 Juli 1956 meraih gelar sarjana di IKIP Malang pada 1982.
Salah satu visi Muhajir adalah meniadakan program Sertifikasi bagi guru baik PNS maupun bukan PNS dikarenakan dianggap membuang-buang uang negara saja.
Pelatihan guru yang memakan banyak biaya dan tidak sinkron dengan hasil yang diharapkan rencananya dihapus mulai bulan Agustus tahun 2016 ini.
Ke depan guru tidak perlu pelatihan ataupun sertifikasi lagi, karena sudah diganti dengan program baru yang disebut RESONANSI FINANCIAL.
Siapapun yang berstatus guru akan langsung diberikan tunjangan cukup dengan melampirkan tanda bukti atau surat keterangan bahwasanya ia benar-benar seorang guru maka tanpa melewati proses pelatihan ini dan itu seperti sertifikasi ataupun UKG guru tersebut namun langsung mendapatkan tunjangan profesi secara otomatis dan berkala.
Luar biasa, inilah misi hebat dari mentri pendidikan baru kita. Semua guru tentu semakin berbahagia dan sukses dalam profesinya, semoga terwujud!! 

INILAH SALAH SATU CONTOH BERITA YANG MENGGEMBIRAKAN.

Tetapi entah kenapa, guyonan tersebut tiba-tiba muncul menjadi status seseorang di Facebook dan akhirnya kalimat yang berbunyi "INILAH CONTOH BERITA YANG MENGGEMBIRAKAN" menjadi sirna. Oleh sebagian pihak yang tidak bertanggung-jawab, berita ini dipublish di sebuah web dan tidak lama kemudian sudah menjadi viral berita di "blog-blog tidak jelas". Dan sebagian penulis blog menggabungkan guyonan tadi dengan sambutan pertama Prof. Muhajir Effendy sebagai mendikbud, sehingga seolah-olah program RESONANSI FINANCIAL itu merupakan programnya mendikbud yang baru (Silahkan cermati gambar yang ditandai dengan lingkaran merah)


Bapak/Ibu, Yang perlu saya ingatkan adalah tujuan dari pemilik blog memuat berita HOAX semacam ini memang semata-mata agar banyak netizen yang menyebarkan (share) dan membaca, karena SEMAKIN TERSEBAR, SEMAKIN BANYAK YANG NGEKLIK DAN MEMBACA BLOGNYA, SEMAKIN BESAR PELUANG MENDAPATKAN DOLLAR DARI ADSENSE.

Yang perlu diketahui, dalam dunia internet business, ada pengiklan yang akan membayar bloger berdasarkan PAY TO READ (dibayar berdasarkan banyaknya orang yang membaca), PaY TO CLICK (dibayar berdasarkan banyaknya orang yang nge-klik iklannya), dan banyak lagi yang sejenis itu.

Artinya, jika bapak/ibu sengaja, dengan motivasi apapun, ikut menyebarkan link-link blog/web yang memuat berita hoax semacam ini, maka dengan sendirinya bapak/ibu telah MENJADI RELAWAN BAGI SI BLOGER DALAM MENGUMPULKAN DOLARNYA.

Bapak/Ibu yang bekerja dan menghabiskan waktu dan kuota, dia yang mendapat bayaran.........

Bagaimana Bapak/Ibu ? Mau selalu "dikibulin" seperti itu ?



diolah dari berbagai sumber

Mimpi yang Aneh dan Tak Dimengerti




Bermula selesai shalat isya di masjid Mujahidin, seorang cewek mendekatiku sambil menyapa: " maaf pak, kantor remaja masjid di sini di mana ya?"
"Disana" kataku sambil menunjuk. "Ada keperluan apa mbak ??", tanyaku.
"Bapak bisa bantu saya ???, ada teman saya (china katolik) ingin konsultasi", sambil menunjuk temannya. 
"Ok, sebentar ya saya temui imam masjid, tunggu disini" kataku. 

Akhirnya saya mengantar kedua orang cewek tersebut ke suatu ruangan, dan mereka berdua duduk berseberangan dengan kursi tempat duduk imam dan saya. Setelah berbasa-basi, akhirnya si cewek yang beragama Katholik berbagi cerita, bahwa pada sepuluh malam terakhir; yakni setiap sekitar jam 03.00-04.00 WIB dinihari, dia selalu mimpi yang aneh yang sama sekali tidak dia mengerti. 

Hari pertama dia bermimpi ada di padang pasir; karena kepanasan dan kecapaian, diapun akhirnya duduk. Tiba-tiba dia dengar azan dan terbangun. 

Hari kedua dia mimpi masih di padang pasir. Tapi kali ini, di padang pasir tersebut sudah ada taman dan kolam yang indah. Lalu kembali dia mendengar suara azan dan suara yang mengatakan : "sebentar lagi engkau akan sampai nak". 

Malam selanjutnya, dia bermimpi berada di suatu tempat bersama ibu, bapak dan adik laki-lakinya. Tiba-tiba tanah tempat mereka berpijak tiba-tiba terbelah menjadi dua bagian dan memisahkan mereka. Ibu, bapak dan adiknya berada pada belahan tanah sebelah kiri, sementara dia sendiri berada pada belahan yang ada di sebelah kanan. 

Mimpi selanjutnya, dia merasa seperti berada di sebuah masjid dan melihat seseorang sedang menggunakan mukenah dan mengerjakan sholat. Ketika orang tersebut selesai mengerjakan sholat dan melihat ke belakang, ternyata yang sholat itu adalah dirinya sendiri. Setelah itu, tiba-tiba orang tersebut menghilang. 

Dalam mimpi di malam berikutnya, dia merasa berada di sebuah masjid dan sedang membaca al qur'an. 

Di hari berikutnya, kembali dia bermimpi didatangi oleh seorang laki-laki yang wajah dan badannya penuh cahaya; saking silaunya cahaya itu, sehingga ketika dia melihat sampai mendongak, tak mampu dia melihat wajah itu. Raut muka laki-laki tersebut terhalang oleh cahaya yang keluar dari wajah dan badannya. Laki-laki tersebut berucap : "sebentar lagi kamu akan sampai nak. Ada orang yang mendo'akanmu dan sebentar lagi kamu akan sampai". 

Mimpi selanjutnya yaitu masih ketemu dengan lelaki tersebut. Lalu kawan kita yang katholik ini bertanya : 

"siapa sih dirimu dan apa maksud semua ini ? Saya bingung ....", ucapnya. 

Laki-laki tersebut kemudian berucap : 

"Aku adalah orang yang semua makhluk tidak bisa menyerupaiku. Sebentar lagi kamu akan sampai nak ..... !!!" 

Kemudian laki-laki tersebut membacakan Surat Al Maidah ayat 3. 

Mimpi yang aneh dan tak dimengerti


Oleh karena terdorong rasa penasaran, maka pada pagi harinya segera dia mencari tahu tentang Surat Al Maidah ayat 3 tersebut kepada rekan-rekannya; baik rekan yang beragama Katholik maupun yang beragama Islam.

Rekan yang beragama Islam kemudian membacakan bunyi Surat Al Maidah ayat 3 tersebut. Dan setelah mendengar apa yang dibacakan, maka si cewek yang beragama Katholik tersebut yakin bahwa memang surat tersebut yang dia dengar saat mimpinya semalam. Ia pun meminta kepada temannya yang beragama Islam tersebut untuk memberitahukan arti dari surat yang baru saja dibacakan tadi. 

Setelah melakukan pencarian pada Al Qur'an terjemah, maka ditunjukkan bahwa arti dari Surat Al Maidah ayat 3 tersebut adalah sebagai berikut :

" Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. Dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah, (mengundi nasib dengan anak panah itu) adalah kefasikan. Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang".

Setelah mengetahui artinya, sang cewek Katholik semakin bertambah bingung dengan mimpi-mimpi yang sering dialaminya selama beberapa malam terakhir serta makna dari semua itu. Dalam kegalaunnya, temannya yang sesama Katholik pun memberikan nasehat untuk mengabaikan mimpi-mimpi tersebut dan menganjurkan untuk memakan makanan seperti hari-hari sebelumnya. 

Dan ketika ia mencoba makan daging babi lagi, malam harinya dia bermimpi bertemu kembali dengan laki-laki yang sama dalam mimpi-mimpinya kemarin. Dan dalam mimpinya yang kesekian ini dia berkata : "jangan suka melawan takdir nak, kamu sebentar lagi akan sampai, jangan durhaka seperti ............ (laki-laki itu menyebutkan sebuah nama, akan tetapi kawan ini lupa namanya) terhadap Nabi Isa pada proses penyaliban), hingga saudari ini bangun.

Begitulah sang cewek Katholik itu menceriterakan semua mimpi-mimpinya kepada imam masjid. Setelah itu, ia berharap agar sang imam bisa memberikan pencerahan atas mimpi-mimpi tersebut.

Setelah mendengar semua kisahdari sang gadis Katholik, sang imam masjid pun akhirnya memberikan penjelasan bahwa laki-laki yang menemui dalam mimpi si gadis Katholik itu adalah Baginda Rasulullah Muhammad SAW. Saya juga ikut menambahkan bahwa kalau kita bermimpi bertemu Nabi Muhammad, maka kita betul-betul bertemu sama beliau. Hal ini dikarenakan jin ataupun makhlus halus lainnya memiliki kemampuan untuk merubah wajahnya seperti makhluk apapun yang dia mau, kecuali menjadi Baginda Rasul.

Sang Imam masjid selanjutnya memberikan penjelasan tentang proses penyaliban Nabi Isa atau Yesus. Kemudian saya juga menambahkan bahwa Nabi Isa atau yesus memiliki salah satu murid yang durhaka yang menunjukkan tempat persembunyian beliau saat mau disalib. Namun ketika mau disalib, berdasarkan kisah yang ada di dalam Al Qur'an, murid durhaka tersebutlah yang kemudian oleh Allah diserupakan wajahnya seperti Nabi Isa, sehingga akhirnya dia yang disalib oleh orang-orang yang ada di situ; sedangkan Nabi Isa atau yesus diangkat Allah ke langit dan masih hidup, yang suatu saat nanti menjelang kiamat akan turun lagi ke bumi untuk menegaskan bahwa dirinya bukan tuhan, akan mematahkan salib, dan membunuh Dajjal. Murid Nabi Isa atau yesus yang durhaka itu bernama Yudas Iskariot kataku. Langsung saudari gadis katholik itu kaget ketika aku sebutkan nama itu dan berkata serta membenarkan bahwa Yudas Iskariot adalah nama yang disebut oleh laki-laki yang ada dalam mimpinya itu. 

Sejenak kemudian sang gadis Katholik itu pun menangis .....

Semoga secepatnya Muallaf ya dan menjadi Saudari seaqidah kami ya mbak... Sungguh beruntung dirimu dijumpai langsung oleh Baginda Rasulullah SAW

Barangsiapa yang Allah menghendaki memberinya petunjuk, maka akan dilapangkan dadanya untuk memeluk Islam - Al An'am : 125

Sumber : fb


Mengintip Kehebatan Sistem Pendidikan di Jepang


Sistem Pendidikan di Jepang


Jepang merupakan salah satu maestro di bidang pendidikan, keilmuwan, dan teknologi. Semua orang tentu akan mengakui hal itu. Banyak yang bertanya-tanya, bagaimana sih sistem pengajaran dan pendidikan di Jepang itu ??. Sebagai orang tua, sudah barang tentu Anda pasti tertarik untuk mengetahuinya. Maklumlah, setiap orang tua yang memiliki anak, tentunya berkeinginan agar anaknya kelak menjadi anak yang hebat. Begitupun juga dengan para pendidik serta pemerhati dunia pendidikan, tentunya juga sangat berkepentingan agar anak didik sebagai generasi penerus bangsa menjadi generasi yang lebih hebat daripada generasi yang ada sekarang ini. 

Berkaitan dengan hal ini, di sini akan kami sajikan artikel dari Musthafa Jumah, peminat kajian sejarah dan pendidikan, yang dibuat dalam bahasa Arab; di mana artikel ini berisi tentang kehebatan sistem pendidikan di Jepang yang patut untuk dijadikan sebagai bahan perbandingan serta referensi dalam mengembangkan sistem pendidikan di lembaga tempat mengabdi. Disini akan disajikan bagian terpenting dan inti artikel itu bagi Anda.

Jikalau ada yang bertanya tentang perkalian 21×13 berapakah hasilnya? Saya yakin Anda atau anak didik Anda akan mampu menjawabnya dalam semenit atau kurang. Namun jikalau ditanya berapakah hasil 123 dibagi 321 ?? Pasti Anda butuh waktu lebih dari semenit untuk bisa menjawabnya dengan benar. Namun, tahukah Anda, bahwa anak-anak Jepang mampu menjawab pertanyaan tersebut hanya dalam hitungan detik saja. Usia mereka belum mencapai 5 tahun. Mereka belajar huruf bukan dengan hafalan, namun dengan gambar dan permainan.

Kenapa itu Bisa Terjadi?

Ini berpangkal dari metode pengajaran negara tersebut yang berpegang dengan kwalitas, bukan kwantitas. Disini, kami akan memaparkan sebuah contoh bagaimana hal tersebut terjadi di jam matematika di Jepang. Inilah sejumlah info dan pengetahuan mengenai pengajaran di Jepang dan sekolah-sekolahnya:
Jam pelajaran dimulai dengan salam ala Jepang yang biasanya dilakukan kepada sang Guru, yang kemudian diikuti dengan pertanyaan seputar cara penyelesaian (rumus) yang sebelumnya sudah dituliskan di papan tulis. Pada hari ini para siswa belajar bagaimana menyelesaikan perkalian yang terdiri dari beberapa pecahan.

Siswa pertama menyelesaikan soal yang diberikan dan mengangkat tangannya. Kemudian guru menghampirinya untuk melihat bagaimana ia menyelesaikan soal yang diberikan. Guru tersebut membuat lingkaran di kertasnya, yang berarti jawabannya benar. Siswa tadi berdiri dan menjauh dari tempat duduknya. Kemudian ada siswa lainnya yang sudah menyelesaikan soal yang diberikan gurunya. Hanya saja, kali ini siswa yang pertama tadi memainkan perannya, yaitu peran sebagai guru untuk memeriksa jawaban temannya.

Di samping itu, Matematika juga dianggap sebagai bagian dari bahasa. Hal ini berarti bahwa ketika seorang anak didik diberikan kepercayaan untuk berperan sebagai guru yang memeriksa jawaban teman--temannya, maka sang anak didik tersebut akan berusaha untuk menyampaikan hal-hal yang sudah dia pahami kepada rekan-rekannya sesuai dengan bahasa yang ia kuasai serta teman-temannya juga akan lebih mudah mencerna. Dengan demikian pemahaman tersebut akan mudah terpatri dalam ingatan mereka. Orang-orang Jepang mengatakan bahwa : "Jikalau Anda mengajarkan orang lain apa yang sudah Anda pelajari, maka Anda akan mengingat apa yang Anda ajarkan 90% nya."

Jikalau para Guru berdiri di hadapan papan tulis hanya sekadar untuk menunaikan kewajiban mereka, pastinya tidak ada telinga yang akan mendengarkannya. Para siswa hanya akan mendapatkan sedikit saja. Oleh karena itu, positif memang jikalau Anda membuat mereka saling berpacu dalam menyelesaikan persoalan, kemudian sebagiannya berusaha untuk mengajarkan kepada sebagian lainnya. Hal yang paling penting adalah Anda memberikan mereka sedikit waktu untuk relaks, dan Anda harus membuat mereka termotivasi dan rajin sepanjang waktu.

Berkaitan dengan Bahasa.
Di seluruh dunia, biasanya anak-anak belajar antara 26-33 huruf. Apakah Anda tahu berapa banyak huruf yang dibutuhkan oleh orang-orang Jepang agar mereka bisa membaca dan menulis? Tentunya, lebih dari 26 huruf. Para penanggungjawab pendidikan paham betapa sulit membantu anak-anak mereka untuk mempelajari semua huruf itu, serta betapa sulitnya untuk menggunakannya dalam bahasa tulisan dan lisan. Bagaimanapun, dengan kemampuan yang hebat dalam hal pengajaran, ketika mereka lulus dari sekolah dasar, mereka sudah menjadi anak-anak yang paham dengan huruf Jepang (Kanji 1006).

Ketika mereka mencapai usia 15 tahun, yaitu ketika selesai dari pendidikan wajib, mereka akan mengetahui 1130 huruf tambahan lainnya. Bagi orang-orang Jepang, Katakana dan Hiragana adalah kumpulan tulisan audio. Keduanya adalah Kanji. Selain itu, setiap kumpulan tadi memiliki 46 huruf sebagai potongan-potongan lafal yang terikat dengan titik-titik tertentu, yang digunakan untuk menentukan perubahan-perubahan suara aslinya. Huruf-huruf itu dianggap cukup untuk mengungkapkan semua suara dalam Bahasa Jepang kontemporer.

Apa yang Membuat Sistem Pendidikan Jepang Begitu Istimewa?

Sistem pendidikan, bagi Jepang, dianggap sebagai sebagai kehormatan Nasional bagi negara tersebut, yang dianggap sebagai metode peradaban yang membantu para siswa Jepang untuk berprestasi menghadapi rival mereka dari semua penjuru dunia. Sistem pendidikan Jepang terdiri dari:
  • 6 Tahun di Sekolah Dasar
  • 3 Tahun di Sekolah Menengah Pertama
  • 3 Tahun di Sekolah Menengah Atas
  • 4 Tahun di Universitas

Masa pendidikan wajib itu (The gimukyoiku) selama 9 tahun; 6 tahun di sekolah dasar (shougakkou), dan 3 tahun di sekolah menengah pertama (chuugakkou). Sesuai dengan sistem pendidikan mereka yang bagus sekali, semua mendapatkan di pendidikan wajib, dan tidak ada satupun warganya yang buta huruf (0%). Walaupun Sekolah Menengah Atas (koukou) tidak wajib, akan tetapi tingkat pendaftaran di sekolah Menengah Atas tetap mencapai 96% di wilayah pedesaan, dan 100% di wilayah perkotaan.

Bagaimana Proses Pendidikan Sekolah-Sekolah di Jepang?

Sebagian besar sekolah-sekolah di Jepang menggunakan sistem 3 tahun, yang dimulai tahun ajaran baru di awal setiap bulan April. Selain tahun-tahun pertama di Sekolah Dasar, sekolah Menengah belajar setiap harinya dalam seminggu selama 6 jam, yang bisa dianggap sebagai salah satu masa belajar paling lama di dunia.
Setelah selesai sekolah, anak-anak wajib mengerjakan Tugas Rumah lainnya untuk mengisi waktu mereka. Liburan musim panas berlangsung selama 6 minggu, kemudian 2 minggu untuk liburan musim dingin dan musim semi. Selama liburan, ada sejumlah Tugas Rumah yang harus diselesaikan.
Setiap tahapan umur, ada kelas tertentu yang anak-anak diajarkan untuk semua materi, selain latihan-latihan praktis. Di sekolah Dasar, sebagian besar waktu digunakan oleh Guru untuk mengajarkan semua materi di semua kelas. Biasanya, jumlah siswa di setiap kelasnya tidak lebih dari 40 orang. Namun, setelah jumlah penduduk semakin banyak, jumlah siswa setiap kelasnya sekarang menjadi 50 siswa.

Apa yang Dipelajari Anak-Anak di Sekolah-Sekolah Jepang?

Para siswa belajar sejumlah materi yang mencakup Bahasa Jepang, Matematika, ilmu dan studi sosial, musik, industri, ilmu-ilmu tubuh dan ekonomi rumahan (seperti memasak dan menjahit). Sebagian besar sekolah sudah mulai mengajar bahasa Inggris di sekolah Dasar. Teknologi Informasi sudah menjadi perkara penting untuk kemajuan pengajaran. Sebagian besar sekolah memiliki kemampuan untuk terhubung dengan internet.
Para siswa belajar seni-seni Jepang juga, seperti Haiku (seni menulis) dan Shodo, yang mengharuskan pencelupan kuas ke dalam tinta dan menggunakannya untuk menulis Kanji, kemudian juga Kana dengan bentuk seni.
Haiku dianggap sebagai salah satu syair yang sudah berkembang di Jepang semenjak 400 tahun, yang memiliki 17 potongan lafadz untuk setiap bait syairnya, yang membentuk 3 satuan syair, yaitu 5, 7, 5 potongan lafal. Ia menggunakan berbagai bentuk ungkapan sederhana untuk mengungkapkan perasaan terdalam pembaca.

Info-Info Seputar Pendidikan di Jepang

  1. Sebagian besar sekolah Menengah di Jepang meminta para siswanya untuk memakai pakai seragam (Seifuku)
  2. Di sekolah dasar dan sekolah menengah umum pertama, diberikan sejumlah menu pokok (kyuushoku) yang dikonsumsi di kelas. Dengan metode ini, para siswa dan guru mendapatkan moment terbaik untuk saling memperkuat hubungan diantara mereka, yaitu ketika makan.
  3. Para siswa tidak lari meninggalkan jam-jam pelajaran di Jepang, dan mereka tidak telat sampai di sekolah.
  4. Para siswa di Jepang merasa benar-benar bahagia (85% di antara mereka)
  5. 91% diantara para siswa sama sekali tidak cuek dengan yang dijelaskan guru mereka.
  6. Para Guru sama sekali tidak perlu menunggu lama agar para siswa siap menerima pelajaran.
  7. Para siswa menghabiskan sekitar 235 menit setiap minggunya untuk jam matematika, dan mereka menghabiskan sedikit waktu saja untuk bahasa dan ilmu lainnya.
  8. Pendidikan di Taman Kanak-Kanak dianggap sebagai sesuatu yang paling penting di Jepang. Penelitian mendapati bahwa para siswa yang mengikuti pelajaran di Taman Kanak-Kanak cenderung mampu memberikan sesuatu yang lebih baik di usia 15 tahun dibandingkan dengan teman-teman mereka. Tidak mengherankan jikalau 99 % dari anak-anak Jepang ikut belajar di Taman Kanak-Kanak.
sumber : Musthafa Jumah, peminat kajian sejarah dan pendidikan

Oemar Bakri dan Surga yang Selalu Dirindukan


Sebuah Potret Profesi Guru : Antara riwayat, kenyataan dan harapan

Sahabat Alfata


Di era delapan puluhan, ada dua perasaan yang muncul saat melihat sosok para guru kita ketika kita masih duduk di bangku sekolah; yaitu perasaan kagum dan hormat. Kagum akan  luasnya wawasan mereka dan hormat karena begitu  berwibawanya mereka.  Dan hingga detik ini perasaan itu tetap sama, tak berubah sedikitpun. Hati kita tetap tergetar ketika kenangan tentang mereka melintas di pikiran kita. Sungguh sangat menakjubkan manakala para pahlawan tanpa jasa itu bisa menorehkan perasaan begitu dalam di hati seseorang; bahkan setelah sekian puluh tahun telah berlalu.  Entah mantra apa yang mereka miliki sehingga mereka bisa melakukannya. 

Terkadang terlintas dalam benak nan  usil ini, bahwa para guru kita pada waktu itu mungkin pada pintar ilmu pelet ataupun ilmu pengasihan yang sangat ampuh sehingga mereka mampu memberikan pesona yang tak kunjung pudar bagi siswa-siswinya selama berpuluh-puluh tahun. Atau mungkin sebelum menjadi seorang guru, mereka pada bertapa di gua-gua untuk mempelajari ajian “Serat Jiwa” dari seorang pendekar yang bernama Eyang Astagina dan diturunkan pada Brama Kumbara sampai pada tingkat 10 (Ingat Serial Sandiwara Radio yang sangat populer di era 80-an), sehingga mereka sangat piawai dalam “meluluh-lantakkan” jiwa anak didiknya sedemikian rupa serta dengan segenap kesaktian yang dimilikinya mampu menorehkan nilai-nilai keluhuran dan prestasi kepada setiap anak-didiknya.

Tapi apakah itu jawabannya ???? 
Ah, ternyata tidak demikian adanya......

Seperti kita ketahui bersama bahwa pada tahun 1981, seorang penyanyi yang bernama Virgiawan Listanto atau yang lebih dikenal dengan nama Iwan Fals menciptakan sebuah lagu yang berjudul “Guru Oemar Bakri”.  Lagu ini begitu fenomenal karena berhasil menggambarkan potret guru saat itu, sederhana, tidak sejahtera, lugu namun mampu mencetak banyak generasi sekelas BJ Habibie dan secara tidak langsung  menyindir  ketidak -pedulian pemerintah yang sedang berkuasa saat itu dan masa-masa sebelumnya.

Seperti kita ketahui bersama pula bahwa sebelum era 80-an ini, menjadi seorang guru merupakan sebuah profesi yang memprihatinkan, menyedihkan tidak menjanjikan serta harus siap hidup seadanya. Meskipun profesi  guru begitu mulia , namun ia bagaikan surga yang tak dirindukan dan hanya dipandang sebelah mata. Berbanding terbalik dengan profesi-profesi lainnya; misalnya profesi dokter yang membuat orang berlomba-lomba dan bersedia untuk membayar berapapun untuk bisa kuliah di jurusan kedokteran.

Seseorang yang pada saat itu bersekolah di lembaga keguruan (SPG /PGA) ataupun kuliah di Fakultas Keguruan, hampir bisa dipastikan dari awal mereka telah memiliki kesadaran bahwa menjadi seorang guru adalah sebuah panggilan nurani, sehingga ketika mereka benar-benar menjadi seorang guru, mereka menjalani profesi tersebut dengan penuh keikhlasan dan tanpa pamrih. Walhasil, pada akhirnya pengabdian dan kerja keras serta ketulusan mereka benar-benar terpatri di hati anak-didik mereka. Keikhlasan dan ketulusan inilah yang menjadi kunci utama keberhasilan para Pahlawan tanpa Tanda Jasa dalam mengukir prestasi serta menanamkan nilai-nilai moral dan budi pekerti kepada setiap murid-muridnya.

Seiring dengan berjalannya waktu, profesi guru akhirnya tidak lagi dipandang sebelah mata. Profesi ini mulai dianggap menjanjikan dan  mulai banyak yang mengincarnya. Profesi yang dianggap ideal bagi kaum perempuan karena kegiatan belajar hanya sampai tengah hari dan setelah itu bisa kembali berkumpul dengan keluarga. Profesi yang sempurna. Secara perlahan namun pasti, profesi ini menjadi harapan dan keinginan banyak orang serta sekaligus menjadi “Surga” yang mulai dirindukan. 

Dalam perkembangan berikutnya, pada saat profesi “Oemar Bakri” ini mulai menjadi surga yang dirndukan oleh banyak orang; pada saat yang sama,  saat ini menjadi guru bagai  kembali ke periode sebelumnya dimana ia menjadi surga yang tak dirindukan. 

Hal ini disebabkan oleh beberapa hal; diantaranya :

Pertama 

Keberadaan pasal 3 Undang-Undang Perlindungan Anak yang berbunyi “Perlindungan anak bertujuan untuk menjamin terpenuhinya hak hak anak agar dapat hidup, tumbuh, berkembang dan  berpartisipasi secara optimal sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi, demi terwujudnya anak Indonesia yang berkualitas, berakhlak mulia dan sejahtera”.

Sebenarnya tidak ada yang salah dengan UU tersebut maupun bunyi pasal 3, niat dan tujuannya baik yaitu untuk melindungi setiap anak Indonesia. Namun mungkin penafsirannya yang terlalu luas yang membuat guru menjadi serba salah dan serba terbatas dalam mengkoreksi kesalahan  siswa yang dianggap sudah melebihi bata kewajaran. Guru sekarang harus sangat berhati hati dalam menghadapi siswa karena sedikit saja menyentuh tubuh siswa bisa dianggap melanggar pasal 3 ini. Padahal guru juga manusia biasa yang memiliki kelemahan dalam menjaga emosinya yang terkadang reflex menyentil atau mencubit siswa, dengan niat tidak untuk menyakiti,  dan hal ini bisa berujung pada pelaporan kekerasan.  

Hal ini membuat guru kadang menjadi acuh bahkan bersikap masa bodoh dengan sikap siswa yang bermasalah karena untuk menghindari terpancingnya emosi yang berimbas pada masalah yang lebih besar. Akibatnya, siswa merasa benar sendiri karena sikapnya tidak dikoreksi oleh guru mereka. Mereka tahu betul bahwa hak mereka dilindungi oleh UU perlindungan anak. Kondisi ini menjadi lebih parah lagi manakala orang tua mereka ataupun pihak-pihak lain memanfaatkan UU ini untuk membela dan memanjakan anak-anak mereka.  

Mereka sama sekali tak mau tahu bahwa dalam UU yang sama pada pasal 19 juga disebutkan bahwa setiap anak juga memiliki kewajiban untuk menhormati orang tua, wali dan guru. Seharusnya mereka juga menyadari bahwa selain hak mereka yang dilindungi ,mereka juga memiliki kewajiban untuk menghormati guru.  Seandainya mereka mengetahui dan mengamalkannya niscaya akan terjalin hubungan yang baik antara guru dan murid.

Namun pada prakteknya, mereka hanya mengedepankan hak mereka dan lupa bahwa guru di mata agama dan hukum memiliki  posisi setara dengan orang tua mereka.

Kedua, 

Guru zaman sekarang adalah guru yang menghadapi generasi manja. Generasi yang dibesarkan oleh teknologi canggih dimana segala sesuatunya bisa didapatkan secara instant dan mudah, sehingga mereka kurang memahami makna perjuangan dan kesabaran. No pain no gain. Generasi yang dapat mengakses informasi seluas-luasnya; bahkan informasi yang belum tentu  sesuai untuk usia mereka. Generasi yang memiliki banyak distraksi yang membuat mereka sulit untuk berkonsentrasi pada pelajaran. Eksistensi  dan penampilan menjadi begitu penting dan utama bagi mereka. Update status di media sosial  menjadi ritual harian mereka.  Bayangkan berapa kali mereka harus mengupdate status mereka dalam kesehariannya. Lalu kapan mereka bisa fokus pada pelajaran ? Walaupun tentu saja pasti ada manfaat yang bisa didapatkan  melalui teknologi informasi ini, namun apabila orang tua tidak mau ikut bagian dalam kontrol dan pengawasan, sudah barang tentu lebih banyak menimbulkan kerugian. Belum lagi kalau ditambah dengan berbagai program tayangan televisi yang hanya mementingkan sisi komersil tanpa mempedulikan nasib generasi bangsa.

Dengan kata lain, mendidik generasi sekarang jauh lebih kompleks dan menghadapi tantangan yang lebih berat bila dibandingkan dengan para guru yang mendidik generasi sebelumnya. Begitu kompleksnya permasalahan diluar sana yang membuat siswa menjadi pribadi yang lebih rumit dan sulit untuk dihadapi harus disikapi dengan bijak dan hati hati. Guru harus mampu menjadi sumber pengetahuan sekaligus menjadi teman siswa yang bisa memahami kehidupan mereka. Hal ini tidak mudah karena seringkali disaat kita ingin mencoba menjadi teman mereka, mereka cenderung lupa batasan apa yang boleh dilakukan dan tidak. Guru lah yang harus selalu mengingatkan, akrab tapi tetap santun. Guru  juga harus berusaha menjadikan sekolah sebagai rumah kedua siswa  yang nyaman dan menciptakan proses pembelajaran menjadi menyenangkan dan dirindukan oleh siswa adalah sebuah tantangan tersendiri.

Meskipun fakta yang ada sudah sedemikian kompleksnya, akan tetapi optimisme dan harapan itu haruslah selalu ada. Apa yang sedang dilakukan dan perjuangkan oleh para guru  pada saat sekarang ini memang tidak langsung nampak hasilnya. Saat ini para pendidik kita sedang melukis wajah pendidikan Indonesia yang baru  akan terlihat 10 atau 20 tahun mendatang.

Mengutip kata-kata bijak yang berbunyi : 
“Kalau bukan karena guruku, niscaya aku tak akan kenal dengan tuhanku"
”Saat melihat muridmu menjengkelkan dan melelahkan, maka hadirkanlah gambaran bahwa satu diantara mereka kelak akan menarik tanganmu menuju surga”.

Maka, tetaplah semangat dan tulus ikhlas dalam mendidik wahai Bapak dan Ibu Guru.  Meskipun tantangan sekarang ini semakin berat, namun yakinlah bahwa semakin banyak upaya yang Anda perjuangkan dalam mempersiapkan generasi emas di masa yang akan datang, akan semakin bertambah peluang Anda untuk menuju ke surga.

Sampai kapanpun menjadi seorang guru merupakan profesi yang akan menghantarkan kita ke surga yang selalu dirindukan.

Semoga ............




Kecil-kecil Cabe Rawit. Siswa Madrasah Usia 6 dan 9 tahun Sabet Medali Olimpiade Robot Internasional




Lagi-lagi siswa madrasah berhasil mengukir prestasi membanggakan di ajang Internasional.
Syahrozad Nalfa Nadia (9) dan Avicenna Roghid Putra Sidik (6), dua siswa madrasah ini berhasil mencatatkan namanya dengan tinta emas pada ajang Asian Yout Robotic Olympiad (AYRO) 2016 yang digelar di Singapura. Di usianya yang belum sampai sepuluh tahun, kedua siswa Madrasah Pembangunan ini sudah mengukir prestasi bahkan pada ajang kompetisi yang diikuti oleh para siswa dari berbagai negara di Asean

Kompetisi robotik ini berlangsung dari tanggal 13-14 Maret 2016 kemarin. “Syahrozad Nalfa Nadia dan Avicenna Roghid Putra Sidik meraih Gold Prize medal brick Speed, Gold Prize Medal, Silver Prize Medals Maze Solving Junior, dan Bronze Medal Aerial Robotic Junior,” terang ibunda mereka berdua, Himatul Laily Waisnaini, Selasa (15/03).

Laily mengaku kaget sekaligus bangga dengan prestasi yang diraih kedua anaknya. Menurut Laily, kebanggaannya semakin terasa karena dia merasa bahwa pilihan  untuk menitipkan pendidikan  anaknya di madrasah tidaklah keliru. Selain belajar agama, di madrasah anak-anaknya juga belajar dan dilatih ilmu sains dan teknologi.

“Saya terharu, saya melihat langsung disana,” tururnya singkat, Selasa (15/03). Atas prestasi yang diraihnya, lanjut Laily, Ocha bahkan didaulat panitia membacakan puisi  Dzikir karya D. Zawawi Imron pada acara penutupan ajang robotic tersebut. “Saat Ocha membaca puisi, suasana menjadi hening,” tukas Laily.

Selain Ocha dan Avicenna, Andi Faiz Naufal Zain yang mewakili Madrasah Pembangunan UIN Jakarta tampil di tim senior juga berhasil meraih Gold Prize Medal Robot Kreatif dan BPM Animal Robotic.  Tim MTs Negeri Pamulang juga berhasil mengukir prestasi pada ajang lombat robot ini.  Ibrahim dan Ridho berhasil meraih Gold Prize Medal Soccer Senior, sedangkan  Nisa dan Nadya meraih Special Award Robot Kreatif dan Animasi.  Siswa lainnya bernama Raka mendapat GPM Soccer Senior.

Dari total 10 cabang yang dilombakan, siswa madrasah berhasil memborong 9 piala. Merekapun kembali ke Indonesia dengan status sebagai juara umum  ajang kompetisi robot Internasional  di Singapura.

sumber : kemenag go.id
Subhanallah, Ini Dia Aisyah Hafidzul Quran Termuda dan Terbaik Lulusan Turki

Subhanallah, Ini Dia Aisyah Hafidzul Quran Termuda dan Terbaik Lulusan Turki



Hafidzul Quran Termuda dan Terbaik Lulusan Turki



Palangka Raya (Inmas) Aisyah binti H. Umar Hasan, santriwati Ponpes Iqro binaan Kemenag Kota Palangka Raya merampungkan pendidikan hafidzul Quran di salah satu institut agama Islam di Turki dalam usia 15 tahun.

Putri kelima pasangan H. Umar Hasan dan Hj. Hafizah ini mendapatkan beasiswa penuh untuk belajar menghafal dan mendalami isi kandungan Alquran.

Sekitar dua tahun, Aisyah menimba ilmu di salah satu negara di Timur Tengah itu. Ia merupakan siswi termuda dan mendapatkan nilai terbaik.

Didampingi Kasi Pendidikan Diniah dan Pontren Hj. Windarti, S.Ag serta Kepala Kemenag Kota, Drs. H. Baihaqi, M.AP, Aisyah dan kakak kandungnya Ahmad Umar Mukhtar (19 thn) yang juga hafidzul Qur’an 30 juz lulusan Turki bersilaturahmi dengan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Kalteng di ruang kerjanya, Jln. Brigjend Katamso, Lt. 2 Palangka Raya, Jumat (29/1).

Pada pertemuan itu, Kakanwil, H. Abdul Halim H. Ahmad, Lc., MM menyambut baik kedatangan kakak beradik yang meski masih sangat muda namun sudah hafal Al Qur’an 30 Juz.

“Kita wajib bersyukur atas keberhasilan dan kegigihan anak-anak kita ini dalam mencintai Al Qur’an. Terima kasih banyak kepada Kasi PD Pontren dan Kepala Kemenag Kota yang selalu mensupport dan mendorong kemajuan madrasah maupun pondok pesantren. Kebetulan ada undangan dari panitia musabaqah tahunan hafalan Alquran dan Hadist dari Pangeran Sultan bin Abdul ‘Aziz Alu Su’ud melalui Kedubes Arab Saudi di Jakarta yang akan dilaksanakan pada 3 Maret 2016. Kami harap, anak-anakku bersedia mengikutinya,” ujar H. Abdul Halim.

Menanggapi itu, Kasi PD Pontren dan Kakankemenag berjanji untuk membantu menyelesaikan segala persiapan mengikuti undangan tersebut.

“Insya Allah, akan kami tindak lanjuti dengan serius. Mudah-mudahan tidak ada aral melintang. Nanti, akan ada lagi datang anak kami yang juga belajar di Turki sama seperti Aisyah. Dia juga telah menyelesaikan pendidikannya di Turki dan hafal Quran 30 juz, yang lebih menggembirakan, anak ini merupakan anak asli suku Dayak, “ ujar H. Baihaqi dengan mata berbinar.

Saat ditanya oleh repoter Inmas, rencana Aisyah selanjutnya, gadis berkulit putih yang mengenakan pakaian adat timur tengah (abaya) ini menyatakan ia diharuskan magang selama dua tahun di UICCI Jakarta.

“Setelah selesai magang, saya ingin melanjutkan sekolah saya ke jenjang yang lebih tinggi lagi,” ucap Aisyah.

Kasi PD Pontren, menyatakan siap membantu mencarikan sekolah yang mereka inginkan. Menurut Hj. Windarti, IAIN Palangka Raya sudah menyatakan kesiapannya melakukan kerja sama dengan Kemenag Kota dalam rangka peningkatan sumber daya manusia.

“IAIN Palangka Raya, siap memberikan beasiswa ikatan dinas kepada anak kita yang hafal Quran 30 juz. Saya juga akan terus melakukan pembinaan dan menyemangati santri-santri di pondok pesantren untuk melanjutkan pendidikannya ketingkat yang lebih tinggi lagi. Sebab, mereka-mereka ini merupakan aset bangsa yang akan melanjutkan pembangunan dibidang moral dan agama,” ujar Hj. Windarti.

sumber : kalteng.kemenag.go.id
Kemenag Bakal Realisasikan Dana Sertifikasi Sebesar Rp 1,2 T pada Bulan Mei

Kemenag Bakal Realisasikan Dana Sertifikasi Sebesar Rp 1,2 T pada Bulan Mei


Kemenag Bakal Realisasikan Dana Sertifikasi Sebesar Rp 1,2 T pada Bulan Mei


Sahabat Al Falah,


Satu lagi kabar gembira bagi Anda selaku guru madrasah yang belum berstatus pegawai negeri sipil (PNS). Utamanya bagi mereka yang telah memegang surat keputusan (SK) impassing dan sudah sertifikasi. 

Rencananya, Mei mendatang, para tenaga pendidik ini bakal menerima dana sertifikasi yang dikucurkan pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag). 

Adapun besarnya dana yang turun yakni Rp 1,2 triliun dan dialokasikan untuk sebanyak 81 ribu orang guru madrasah.

Kepastian pencairan itu ditegaskan Direktur Madrasah Kemenag, Prof Dr HM Nur Kholis Setiawan di sela-sela Rapat Koordinasi Kepala Sekolah SD/MI Lembaga Pendidikan Ma’arif NU se-Jawa Timur, di Hotel Utami, Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur, Sabtu (23/1).

“Dana itu dicairkan untuk pelaksanaan sertifikasi pada 2015. Sekarang masih dalam tahap penghitungan. Satu dua bulan lagi sudah bisa didapat hasilnya. Berarti, sekitar Mei dana itu baru bisa dicairkan. Karena itu, kami tidak ingin salah hitung. Karena kalau salah, saya bisa masuk penjara,” papar Nur Kholis seperti yang dilansir Radar Surabaya (Jawa Pos Group), Minggu (24/1). 

Menurut dia, sebanyak 81 ribu guru tersebut merupakan guru madrasah non PNS yang sudah memegang SK impassing dan sudah bersertifikasi. Dulu aturannya untuk SK Impassing diberikan kepada semua guru non PNS meski belum mengikuti sertifikasi.

“Jadi, hasilnya ya seperti itu, hanya 81 ribu dari 141 ribu guru yang sudah memegang SK impassing. Sisanya masih belum bisa menerima dana sertifikasi karena memang belum memiliki sertifikasi,” ujarnya

(sumber : JPNN)



Demikian informasi yang bisa kami bagikan terkait Rencana Realisasi Dana Sertifikasi bagi Guru Madrasah Non PNS.

Semoga bermanfaat








Audit Itjen Kemenag terkait Sertfikasi dan Inpassing serta Rencana Pencairan Tunjangannya


Sertfikasi dan Inpassing serta Rencana Pencairan Tunjangan


Sahabat Al Falah,


Seperti kita ketahui bersama, bahwa dalam upaya untuk melakukan verifikasi dan validasi data inpassing Guru Non-PNS (GBPNS) sehingga nantinya dalam hal proses pencairan tunjangan profesi dapat tepat guna, tepat jumlah dan tepat sasaran, maka dalam pelaksanaannya Direktorat Jenderal Pendidikan Islam telah bekerjasama dengan Inspektorat Jenderal Kementerian Agama RI. Berkaitan dengan hal tersebut, Itjen Kemenag telah menerjunkan Team untuk Verifikasi Inpassing Guru Non PNS di berbagai wilayah di seluruh Indonesia. 

Tim Irjen sesuai dengan wilayahnya, beberapa hari yang lalu telah hadir juga di Jawa Tengah guna melakukan verifikasi data inpassing bagi GBPNS yang (Insya Allah) sebentar lagi akan dicairkan tunjangannya dalam anggaran 2016. Inpassing sebagai proses penyetaraan kepangkatan, golongan, dan jabatan fungsional GBPNS dengan kepangkatan, golongan, dan jabatan guru PNS bertujuan untuk menertibkan administrasi, pemetaan guru dan kepastian pemberian tunjangan yang menjadi hak mereka. 

Program Inpassing bagi Guru non PNS (GBPNS) dilaksanakan berdasarkan pada Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2010 tentang Perubahan atas Permendiknas Nomor 47 Tahun 2007 tentang Penetapan Inpassing Jabatan Fungsional Guru Bukan PNS (GBPNS) dan Angka Kreditnya.

Adapun syarat administrasi untuk dapat mengikuti inpassing adalah : 
  1. Berijasah minimal S-1, kecuali bagi mereka yang telah lulus sertifikasi; 
  2. Sebagai guru tetap pada satuan pendidikan formal; 
  3. TMT minimal Desember 2005 dan terus menjadi guru sampai sekarang; 
  4. Usia maksimal 59 tahun ketika diusulkan; 
  5. Memiliki NUPTK; 
  6. Memiliki beban tugas 24 JPL/minggu.


Tujuan Inspektorat Jenderal Kementerian Agama dalam melakukan verifikasi data inpassing Guru Madrasah Non PNS tersebut di atas merupakan tindak lanjut dari aturan Permendiknas Nomor 22 Tahun 2010 yang menyatakan bahwa program inpassing harus selesai paling lambat 31 Desember 2011. Dengan terbitnya Permendiknas Nomor 22 Tahun 2010 tersebut, maka Kementerian Agama juga memiliki kewenangan untuk melaksanakan program inpassing bagi guru-guru madrasah yang ada di bawah naungannya. 

Mulai tahun 2011, seluruh guru madrasah yang telah memenuhi syarat dan belum termasuk dalam program inpassing yang dilaksanakan oleh Kemendiknas diharuskan untuk mengajukannya kepada Kementerian Agama. proses ini  dan secara kebetulan pada tahun 2016 mulai akan di bayarkan kepada yang lolos administrasi.


Pengajuan program inpassing di tahun 2011 untuk Kantor Wilayah Jawa Tengah, awalnya sekitar 21,000 guru yang telah mengajukan. Namun akhirnya yang memenuhi syarat turun dua tahap; yakni :

  • tahap I sebanyak 8,753 orang (tahun 2013) dan 
  • tahap II sebanyak 7,140 (tahun 2014) 

Dari sejumlah pengajuan di atas, setelah dilakukan seleksi, akhirnya ditetapkan sejumlah 15,893 orang yang memenuhi persyaratan untuk inpasing. Jumlah yang relatif besar dan membutuhkan anggaran yang sangat besar, sekaligus tidak terjadi resiko yang rencana tahun 2016 akan dicairkan 6 bulan untuk masing-masing guru yang sudah lolos persyaratan administrasi dan diterbitkan SK-nya oleh Biro Kepegawaian Sekretariat Jenderal Kementerian Agama RI.

Adapun guru madrasah di Jawa Tengah yang telah memenuhi syarat sesuai dengan aturan kepangkatan yang didapatkan dari hasil inpassing ini adalah minimal Guru Madya (golongan III-a) dan maksimal Guru Pembina (golongan IV-a). Dan GBPNS yang telah lulus sertifikasi, kepangkatan yang didapatkan dari hasil inpassing dijadikan sebagai acuan besaran pembayaran tunjangan profesi dan tunjangan khusus. 


Sementara ini, besaran tunjangan profesi bagi GBPNS dirata-rata sebesar Rp 1,500,000.-. Ketentuan ini didasarkan pada Kepmendiknas Nomor 72 tahun 2008 dan hanya bersifat sementara.

Adapun kendala yang masih dihadapi bagi GBPNS adalah guru Pendidikan Agama Islam di lingkungan sekolah umum yang sama-sama di bawah Direktorat Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia belum bisa di fasilitasi, karena yang dapat diproses inpasing hanya guru di lingkungan Madrasah.

(sumber : jateng.kemenag.go.id)


Setelah membaca dan menyimak informasi di atas, kami mengajak Anda untuk memperhatikan beberapa informasi terkait dengan agenda dan atau program-program terbaru SIMPATIKA pada semester genap Tahun Pelajaran 2015/2016 yang dijadwalkan mulai tanggal 1 Februari  2016 hingga 30 Juni 2016 mendatang, dimana pada semester genap ini SIMPATIKA akan meluncurkan beberapa fitur, diantaranya :  

  1. Cetak SKMT dan SKBK Online (basis Isian Jadwal Mengajar),  
  2. VerVal NRG lanjutan, 
  3. VerVal Inpassing, 
  4. Seleksi Sertifikasi Guru periode 2016
  5. Penerbitan NPK (Nomor Pendidik Kemenag)
  6. Registrasi UKG periode 2016
  7. Pemetaan Kebutuhan Guru (Otomasi perhitungan kelebihan/kekurangan Guru Mapel basis Isian Jadwal Mengajar) 
Selanjutnya, marilah kita simak juga Informasi Terbaru terkait Mekanisme Tunjangan Profesi Guru Kemenag 2016 - 2019 yang berisi tentang kesepakatan antara Komisi VIII DPR RI dan Pemerintah (dalam hal ini Kementerian Agama) untuk memastikan bahwa pelaksanaan sertifikasi guru 2016-2019 dapat tercapai sesuai dengan skema rencana yang disusun Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia.

Setelah menyimak dan mencoba untuk menganalisis beberapa informasi penting tersebut, kami berkeyakinan bahwa ini semua merupakan salah satu bagian dari upaya "Meneguhkan Revolusi Mental Untuk Kementerian Agama yang Bersih dan Melayani" sebagaimana slogan yang dijadikan tema dalam Hari Amal Bakti Kemenag ke 70 kemarin. Di samping itu, kami juga berkeyakinan bahwa audit yang dilaksanakan oleh Inspektorat Jenderal Kemenag di beberapa Kantor Wilayah propinsi merupakan langkah penting yang bisa menjadi enty point dalam upaya untuk memecahkan berbagai persoalan dan permasalahan yang berhubungan dengan anggaran dan pembayaran tunjangan profesi guru madrasah, khususnya program inpassing yang sudah sekian lama dinantikan kejelasannya oleh banyak pihak.

Dengan berdasarkan pada sumber informasi dari situs resmi Kemenag, penelusuran dan verifikasi data yang dilaksanakan oleh Inspektorat Jenderal di lapangan serta semua program SIMPATIKA di atas, kami cukup optimis untuk mengatakan bahwa Pencairan TPG terkait sertifikasi dan Inpassing GBPNS akan segera direalisasikan mulai semester genap ini. Hanya saja semua itu perlu proses serta mekanisme melalui program-program SIMPATIKA yang sudah diagendakan.

Baca juga : Kemenag Bakal Realisasikan Dana Sertifikasi Sebesar Rp 1,2 T pada Bulan Mei

Demikian catatan yang bisa kami sampaikan tentang Audit Itjen Kemenag terkait Sertfikasi dan Inpassing serta Rencana Pencairan Tunjangan. Kita semua hanya bisa berharap dan berdoa, semoga semua langkah dan perjuangan yang dilakukan oleh Kementerian Agama, Direktorat Jenderal Pendidikan Madrasah serta Inspektoral Jenderal Kementerian Agama bagi guru-guru madrasah ini mendapat ridho-Nya sehingga hasil perjuangannya bisa menjawab keresahan yang dirasakan oleh para guru madrasah khususnya serta permasalahan-permasalahan lainnya yang berhubungan dengan pendidikan Islam di sekolah/madrasah.

Semoga  benar-benar dapat segera terealisasi dan bermanfaat ...




Informasi Terbaru terkait Mekanisme Tunjangan Profesi Guru Kemenag 2016 - 2019

Informasi Terbaru terkait Mekanisme Tunjangan Profesi Guru Kemenag 2016 - 2019




Informasi Terbaru terkait Mekanisme Tunjangan Profesi Guru Kemenag 2016 - 2019
RDP DPR-RI dengan Kementerian Agama






Berikut ini merupakan  Informasi Terbaru terkait Mekanisme Tunjangan Profesi Guru Kemenag 2016 - 2019 yang kami kutip langsung dari situs resmi Kementerian Agama Republik Indonesia.

Jakarta (Pinmas) — Komisi VIII DPR RI dan Pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama menyepakati untuk memastikan bahwa pelaksanaan sertifikasi guru 2016-2019 dapat tercapai sesuai dengan skema rencana yang disusun Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama.

Hal tersebut mengemuka dan menjadi salah satu kesimpulan Rapat Dengar Pendapat Komisi VIII DPR RI dengan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama mengenai Permasalahan Pengelolaan Dan Anggaran Guru, Tenaga Kependidikan dan Kurikulum, masa persidangan III Tahun Sidang 2015-2016 di Gedung Parlemen Senayan Jakarta, Kamis (21/1).

Baca Juga : Itjen Kemenag Terjunkan Team untuk Verifikasi Inpassing Guru Non PNS.

Kepada pemerintah, Komisi VIII DPR RI mendorong Dirjen Pendidikan Islam untuk meningkatkan koordinasi dengan Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk melakukan implementasi kurikulum sehingga tidak terjadi tumpang tindih penerapan kurikulum antara kurikulum 2013 dan kurikulum KTSP 2006.

Komisi VIII juga mendorong Dirjen Pendidikan Islam untuk meningkatkan sinergi dengan Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam mengatasi permasalahan kekurangan guru PAI di sekolah serta melakukan sinergi untuk meningkatkan perbaikan mekanisme Tunjangan Profesi Guru (TPG).

Baca juga : Audit Itjen Kemenag terkait Sertfikasi dan Inpassing serta Rencana Pencairan Tunjangan

Selain itu, dalam Rapat Dengar Pendapat tersebut disimpulkan agar Kemenag melakukan langkah – langkah evaluasi melalui koordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri dan Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam proses rekruitmen dan pembinaan terhadap guru PAI di sekolah yang selama ini dilakukan oleh Pemerintah Daerah.

Ikut mendampingi Dirjen Pendis, Direktur Mapenda Nur Kholis Setiawan dan Direktur PAI Amin Haedari serta dari Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan RI.

sumber : kemenag.go.id


Demikian yang dapat kami bagikan tentang Informasi Terbaru terkait Mekanisme Tunjangan Profesi Guru Kemenag 2016 - 2019. Semoga bermanfaat.

Memanfaatkan Kotak Catur sebagai Media Pembelajaran


Bismillahirrahmanirrahiim,



Pada kesempatan yang baik ini, kami ingin membagikan satu informasi tentang cara untuk Memanfaatkan Kotak Catur sebagai Media Pembelajaran. Dalam hal ini, media pembelajaran yang kami maksudkan untuk mata pelajaran Matematika.

Adapun cara untuk memanfaatkannya adalah kotak catur diubah menjadi alat peraga sederhana yang dapat digunakan untuk mendemonstrasikan tujuh materi pembelajaran matematika, yaitu pencerminan, putaran, sistem koordinat kartesius, menentukan keliling dan luas persegi panjang serta persegi, mengenal bangun datar sederhana, operasi hitung bilangan bulat dan tentunya bisa digunakan sesuai fungsi aslinya, yakni bermain catur. 

Dengan enam materi pembelajaran dan satu permainan tersebut saya khususkan untuk pembelajaran kelas tinggi dan lebih mudah dilakukan karena tersedia satu set dalam sebuah kotak.

Awalnya alat peraga ini hanya dibuat untuk materi tentang pencerminan dengan menggunakan sistem koordinat kartesius dan bermain bola dengan koordinat tersebut. Pada perkembangan selanjutnya ternyata alat peraga ini bisa juga dimanfaatkan untuk membuat putaran jika garis tengah pada kotak catur diperpanjang. Kemudian setelah melihat putaran dengan bangun-bangun datar, ternyata bangun datar tersebut dapat dihitung juga luasnya karena mempunyai jarak yang sama. Untuk melengkapi alat peraga ini akhirnya kami juga meletakkan kaca pada papan catur bagian dalam untuk pencerminan sebagaimana gambar berikut ini :


Memanfaatkan Kotak Catur sebagai Media Pembelajaran

Keterangan gambar :

  • Bermain bola dengan paku-paku koordinat kartesius (gambar 1);
  • Bidang untuk materi pencerminan dan putaran, pada koordinat Kartesius Karet untuk materi menentukan keliling, luas persegi panjang dan persegi, serta mengenal bangun datar sederhana (gambar 2);
  • Seperangkat alat peraga kotak catur yaitu cermin, papan berpaku dan lapangan bola (gambar 3 dan 4);
  • Satu set Kotak Catur 7 in 1 (gambar 5).


Cara Mendesain


Pertama, kita harus menyiapkan satu buah papan catur besar. Bagian dalam salah satu sisi papan catur (tempat meletakkan bidak catur) ditempeli cermin dan sisi lainnya diberi paku ukuran kecil dengan jarak antarpaku yang sama dan membentuk persegi. Setelah itu, dibuat garis sumbu koordinat kartesius (sumbu x dan y).

Untuk menambah manfaat dan daya tarik untuk siswa, siapkan satu lembar triplek kecil atau karton tebal. Triplek atau karton tebal dilubangi sesuai dengan letak paku dan gambari triplek atau kartun tersebut seperti lapangan bola kaki, sehingga dapat dimanfaatkan untuk bermain bola dengan titik-titik koordinat. Selain itu, kita juga harus mempersiapkan beberapa bidang kecil dari triplek atau kartun tebal dengan berbagai bentuk, misalnya jajargenjang, bujursangkar, trapesium, dan segitiga yang akan digunakan khusus untuk materi putaran. 

Cara Pemanfaatan


Untuk materi pencerminan yang merupakan bagian dari pembelajaran kelas IV, kita dapat menggunakan papan catur bagian dalam. Siswa diminta untuk mengambar satu bidang pada cermin dengan menggunakan spidol.

Kemudian sebuah karet gelang diletakkan pada papan berpaku mengikuti gambar bidang yang telah digambarkan pada cermin. Dengan materi ini, siswa menjadi lebih paham materi pencerminan dengan melihat karet berbentuk bidang pada cermin dan membandingkan dengan apa yang digambarkan.

Khusus untuk materi putaran (kelas IV), kita memerlukan peraga tambahan, yaitu beberapa bidang kecil yang telah dibentuk dan dipersiapkan. Cara bermainnya, letakkan bidang tersebut pada paku bagian tengah yang lebih panjang. Misalnya kita menempatkan segitiga sama kaki pada posisi nol derajat, selanjutnya segitiga tersebut diputar hingga 90 derajat. Siswa diminta untuk menggambarkan posisi segitiga sebelum dan sesudah terjadi putaran.

Siswa juga diajak untuk mengenal bangun datar dengan menggunakan karet gelang. Materi untuk kelas III tersebut dapat mengenalkan siswa pada bentuk-bentuk bangun datar yang dilakukannya sendiri dengan mengunakan karet gelang tersebut dan menggambarkannya di atas kertas. Selanjutnya, siswa juga diajak untuk menentukan keliling dan luas persegi panjang serta persegi. Kita masih menggunakan karet gelang untuk membentuk bidang-bidang pada paku.

Siswa dapat menghitung sendiri keliling dan luas bidang datar karena jarak antara satu paku dengan paku lainnya sama. Materi kelas IV tersebut yang disajikan dengan cara siswa melakukan sendiri ternyata menyenangkan siswa.

Untuk kelas V dan VI, materi operasi hitung bilangan bulat dilakukan dengan menggunakan bidak catur. Bidak catur berwarna hitam bermakna negatif dan bidak catur berwarna putih bermakna positif. Satu bidak catur berwarna hitam dan satu bidak catur berwarna putih (berpasangan) mempunyai nilai sama dengan nol.

Selanjutnya siswa diajak bermain hitung bilangan bulat dengan menggunakan bidak catur. Siswa yang mengalami kesulitan belajar operasi hitung bilangan bulat ternyata lebih mudah memahaminya dengan menggunakan bidak catur.

Materi lainnya, menentukan titik koordinat kartesius dengan meletakkan benda (seperti dadu yang telah dilubangi bagian tengah) pada koordinat yang dikehendaki (sumbu x dan y) di atas papan paku. Selain itu, dengan menggunakan triplek atau karton yang bergambar lapangan bola, siswa diajak bermain dengan koordinat tersebut secara bergantian menentukan titik-titik koordinat.

Terakhir, sambil bermain siswa juga diajak belajar menggunakan papan catur bagian atas dan bidakbidak catur. Untuk mengasah otak dalam salah satu cabang olah raga tersebut, siswa diajak berpikir sambil bermain catur.

Alat peraga ini juga bisa digunakan untuk kelas rendah, khususnya untuk mengenalkan berbagai bentuk bidang datar sederhana.

Demikian informasi yang bisa kami  bagikan tentang Memanfaatkan Kotak Catur sebagai Media Pembelajaran. Semoga bermanfaat